Your Ad here ...



Product ...

Services ...

Other things ...

Jumat, Agustus 22, 2008
JUARA CATUR DUNIA TERLANTAR

Sungguh Ironis sekali, pagi ini saya baca koran dan sebuah berita yang sangat menyentuh, tentang Seorang Anak SD dari Pelalawan Riau yang telah mengahrumkan nama bangsa Indonesia di tingkat dunia karna berhasil menjadi juara dunia untuk perlombaan catur anak.Namun bukan penghargaan yang dia dapatkan melainkan penyesalan seumur hidup karna telah di telantarkan di jakarta setelah menghadiri undangan ke Istana Presiden pada tanggal 17 Agustus 2008.

Yuni Veronika, juara dunia catur usia 11 tahun asal Riau, terlunta-lunta di Jakarta setelah menghadiri peringatan HUT ke-63 RI di Istana. Tidak punya tiket pulang, Yuni dan ayahnya kemudian ditampung di Posko PDIP. Kamis (21/8/2008) Yuni dan bapaknya dijemput staf Depdiknas.

Namun, Depdiknas yang mengundang Yuni berkelit telah menelantarkan Yuni Veronika. Menurut salah seorang staf Depdiknas yang menjemput Yuni, Depdiknas tidak menganggarkan biaya perjalanan Yuni dengan bapaknya, Sudirman (50).

"Kesalahan dari bapak itu sendiri. Tidak berkoordinasi. Kami sudah membicarakan, kami tidak menyediakan dana untuk itu," kata staf Direktorat Pengawasan TK/SD Depdiknas, Yuni S, saat menjemput Yuni di Posko Salah satu parpol di Grogol Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2008).

Yuni dan Sudirman terbang dari Riau untuk menghadiri upacara bendera HUT RI di Istana Presiden 17 Agustus lalu atas undangan Depdiknas. Malamnya, Yuni bersama anggota pengibar bendera pusaka dijamu makan malam oleh Presiden SBY di Istana Kepresidenan.

Pagi harinya, siswi kelas 5 SD 009 Pangkalan Kerinci, Riau tersebut mulai kehabisan ongkos. Lantas keduanya meminta belas kasihan kepada warga untuk menampung karena sudah tidak punya uang sama sekali. Lantas, keduanya ditampung di Posko PDIP.

"Sekarang saya kapok main catur lagi. Kalaupun mau main, karena saya suka," ucap Yuni menyesal.

Kini, Yuni dan Sudirman dilempar ke koordinator KONI daerah Riau di Jakarta untuk dipulangkan ke Riau.
dikutip dari Detik.com

Kalau Juara Dunia saja sudah di telantarkan jangan heran bila kita melihat makin banyak orang miskin yang tidak pernah di urus oleh negara.
.

Label:

2 Comments:

jovie marah nih marah....ama Indonesia...

wah....kotak komantarnya bulan haloscan lagi yah....jadi koment2 yang dulu pada ilang nih

2 Februari 2009 23.32  

astaga naga....indonesia indonesia indonesia, bgitulah indonesia, orang pintar di negeri sendiri tidak dihargai, pantas saja banyak orang kita yang punya intlektual tinggi malah hijrah ke luar negeri, seperti Habibi dkk...mereka disana lebih dihargai dan mempunyai kedudukan serta kehormatan yang tinggi...
tergantung pada pemerintahannya aja lagi ne negara kalo mau maju...haha

17 Juni 2011 18.56  

Poskan Komentar

Sekarang saat nya berbagi komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home